Monday, November 7, 2011

Pasar Fluktuatif, Investor Amankan Portofolio


Shutterstock Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Hasil KTT G20 tidak banyak menghasilkan keputusan konkret. Investor global cenderung memilih sikap menunggu kepastian baru atas Eropa. Mereka banyak yang mengamankan posisi portofolio mereka di tengah ketidakpastian.

Menurut catatan riset Indosurya Securities, kemarin belum pastinya pergantian pemerintahan Yunani serta nasib keuangan Italia membuat laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertahan seperti yang di perkirakan sebelumnya. Investor banyak mengamankan posisi menghadapi situasi yang makin tidak pasti.

Rilis PDB selama triwulan ketiga 2011 yang mencapai 6,5 persen (YoY) di mana didorong oleh sektor perdagangan, bisa sedikit menahan penurunan.Selama perdagangan, IHSG sempat menembus level 3.791,82 (level tertingginya) di awal sesi 2 dan juga sempat menyentuh level 3.765,24 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.778,24. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat turun.

Pada perdagangan Selasa (8/11/2011) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.751-3.765 dan resistance 3.791-3.805. IHSG membentuk black spinning sekaligus membentuk pola bearish harami.

Posisi di antara upper dan middle bollinger bands. MACD tertahan pelemahannya dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih tertahan menuju area jenuh beli.

Fluktuasi IHSG sepertinya akan kembali terjadi di tengah situasi yang belum pasti namun, menghijaunya bursa saham AS semalam setidaknya bisa mempertahankan posisi IHSG untuk tetap berada di zona hijau.

No comments:

Post a Comment